Banyaklah suka duka dalam bekerja, entah itu berhubungan dengan lingkungan, hubungan antarkaryawan, sampe pemimpin. Singgungan masalah selalu terjadi, banyak yang mengeluh, banyak juga yang tanggap da sadar sepenuhnya, bahwa itu hanya riak kecil di lautan luas. Perjalanan nggak akan berhenti karena riak kecil saja.
Pertanyaannya adalah, apakah kita akan terus menuntut kesempurnaan? Dalam artian, bisa saja kinerja seseorang akan selalu salah dan cacat di mata seseorang yang lain. Bolehkah ada maaf, apabila dia sudah berusaha, berinovasi, dengan tekad maju, tak hirau akan kemapanan? Dibanding dengan orang yang diam, dan mantap dengan keadaan. Kapan majunya?
Katanya sukses adalah 99% kegagalan. Tanpa action dan kegagalan, ya sudah, kita akan ditinggalkan kompetitor. Karamlah kapal kita. Selesai. So, saya lebih setuju untuk selalu mencoba lebih baik, meski di depan kegagalan sudah menghadang, dengan antisipasi resiko tentunya. Planing setelahnya, maju terussss........
Bisa jadi kita menghindari situasi seperti ini. Tapi jarang yang bisa luput darinya hehe....Saya pernah punya pengalaman yang nyebelin terkait situasi ini. Stag banget, ide mampat, bosen, bawaannya males. Nah lho!
Biasanya kalau seperti itu Saya menyempatkan diri membuka file klien lama atau bank data dari teman. Mencari-cari...orang baru yang bisa memberikan inspirasi. Seseorang itu nggak perlu orang terkenal, atau bisa jadi orang terkenal., biasanya punya stori sukses yang dahsyat, tergantung sih darimana kita memaknainya.
Akibatnya...saya dapat ide baru, fresh!
Uh lala....menyenangkannya hidup ini hehe...
waktu kita jalan nuju ke tempat kerja, entah dengan kaki, naik sepeda, motor, atau mobil, waktu awal mulai, kadang ngerasa males, atau bete, ditandain dengan raut muka cemberut, ngeselin siapapun yang ngelihat. Aku juga pernah merasa seperti itu. Ujungnya nunda-nunda berangkat, males-malesan di depan tivi, atau berlama-lama di kamar nggak tentu keperluannya.
Tapi sadar, kalo ngelakuin hal kayak gitu nggak penting banget.
Yang ada, semakin kita nunda, semakin numpuk masalah. Contoh, bisa saja kita ditelepon atasan, ada something urgent, belom lagi dicari-cari klien karena sudah sesiang ini nggak kasih konfirm posisi. Nah Lho....kita sendiri yang gedebukan nggak tentu.
So....
Yuk kita mulai hari ini dengan senyuman buat siapa saja:-)
wuiii.....gimana coba?
tidak terasa,
ternyata sudah setahun aku berada di Semarang
sepertinya baru kemarin
sepertinya baru sebentar aku gabung sama teman-teman di kerjaan sekarang
nggak terasa sudah setahun
banyak hal sudah aku dapat
suasana baru
tambah baru dan variatif
sepenuhnya aku syukuri
semuanya
termasuk ada-nya bagiku


